Alasan Orang Suka Makan Choipan, Jajanan Khas Pontianak

Cara terbaik menikmati perjalanan wisata dengan tujuan mengeksplorasi kekayaan kuliner adalah melakukan wisata domestik. Cara ini akan membuatmu semakin menghargai kekayaan Nusantara yang tidak terhitung banyaknya. Apalagi di era modern seperti sekarang. Berbagai tawaran menarik berupa penerbangan tujuan domestik hingga Pontianak sudah bisa didapatkan dengan mudah. Sehingga, tidak ada lagi alasan untuk belum menikmati kekayaan kuliner di kota asalnya.

Bicara soal kuliner dan Pontianak kurang lengkap rasanya jika tidak membahas choipan. Kudapan yang merupakan adaptasi dari kuliner Tiongkok ini sudah menjadi jajanan khas Pontianak sejak puluhan tahun yang lalu. Choipan memiliki bentuk setengah lingkaran seperti pastel dan disajikan dalam dua versi: dikukus atau digoreng.

Beberapa tahun belakangan, makanan ini semakin banyak dicari karena sempat dimunculkan dalam adegan film Aruna dan Lidahnya yang dibintangi Dian Sastro dan Nicholas Saputra. Lalu apa sih istimewanya choipan hingga banyak yang suka? Ini dia beberapa alasannya.

1. Enak

Alasan utama kenapa choipan banyak disuka, tentu saja karena rasanya yang enak. Choipan selalu dijual dalam keadaan hangat karena disajikan dan diambil langsung dari kukusan. Tekstur adonan kulitnya yang lembut seperti dimsum terasa nyaman saat masuk ke dalam mulut.

Tidak hanya itu, irisan tipis tumisan bengkuang yang dipakai sebagai isian membuat choipan memiliki tekstur renyah yang enak. Tidak suka bengkoang? Tenang saja, choipan juga tersedia dengan isian tumisan talas atau irisan kucai yang segar.

Aroma ebi yang dipakai sebagai bumbu tumisan juga membuat choipan semakin sedap. Semakin lengkap, choipan selalu disajikan dengan guyuran minyak bawang putih dan saus sambal khas sehingga rasanya semakin sulit untuk dilupakan.

2. Murah meriah

Jika kamu ingin makan jajanan khas Pontianak dengan rasa yang enak dan harga murah meriah, sudah pasti choipan jadi pilihan utama. Rata-rata choipan dijual dengan harga kurang dari Rp5.000,00 (lima ribu rupiah) per buah. Biasanya, perbedaan harga yang ditawarkan oleh setiap penjual tergantung pada ukuran choipan yang dibuat.

Satu porsi jajanan ini biasanya berisi 4-5 buah choipan. Ukuran choipan yang cukup besar membuat seporsi jajanan ini sudah bisa mengenyangkan perut.

3. Harga terjangkau

Di Pontianak, choipan termasuk jajanan kaki lima yang mudah ditemukan di mana-mana. Jajanan ini biasanya dijajakan di kios khusus choipan atau dijual oleh penjaja keliling.

Biasanya, orang Pontianak menikmati choipan sebagai menu sarapan. Sehingga, makanan ini biasa dijajakan di pagi hari sebelum jam 10 pagi. Makanan ini juga sering dijadikan comfort food yang dinikmati pada malam hari. Kamu bisa menemukan kios atau warung khusus choipan yang khusus buka pada sore hingga dini hari.

Menikmati choipan bisa dibilang menikmati cita rasa khas jajanan Pontianak. Meski jajanan ini mulai banyak dijual di kota besar seperti Jakarta, tidak ada salahnya untuk menjajal langsung di kota asalnya.

Tidak usah takut untuk mencoba karena cita rasa choipan bisa diterima oleh lidah Indonesia. Tidak perlu ragu juga akan kehalalan makanan ini karena choipan merupakan kudapan vegetarian yang ditambahi udang kering (ebi) sebagai penyedap isian dan tidak mengandung bahan non-halal sebagai bumbu.

Kalau sedang berlibur ke Pontianak, jangan lupa untuk mencicipi atau membawanya untuk oleh-oleh. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *